SPMB 2026 Bontang Tetap Offline di Pesisir, Daya Tampung Sekolah Lebih Besar

9 hours ago 5

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tetap mengakomodasi pendaftaran secara luring (offline) di sejumlah wilayah pesisir dan terpencil.

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama karena daya tampung sekolah di wilayah tersebut lebih besar dibandingkan jumlah calon peserta didik.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menjelaskan penerapan sistem daring dinilai tidak efektif untuk wilayah dengan jumlah pendaftar terbatas.

“Di wilayah pesisir seperti Pulau Gusung dan Tihi-Tihi, daya tampung sekolah lebih besar dari jumlah peminat. Jadi tidak efektif jika dipaksakan menggunakan sistem online,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah di wilayah tersebut selama ini telah menerapkan pendaftaran tatap muka yang dinilai lebih efisien dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Selain itu, penggunaan sistem daring juga membutuhkan anggaran tambahan yang tidak sebanding dengan jumlah peserta didik.

“Online itu membutuhkan biaya. Sementara jumlah murid sedikit, jadi tidak ada urgensinya,” jelasnya.

Penerapan sistem luring tidak hanya berlaku di Tihi-Tihi, tetapi juga mencakup wilayah Bontang Lestari, Selangan, hingga Gusung.

Untuk wilayah seperti Bontang Lestari yang berada di perbatasan dengan Kutai Kartanegara, jumlah lulusan relatif terbatas, sehingga sistem offline dinilai lebih relevan.

“Di sana lulusan hanya dari dua sekolah, jumlahnya sekitar 60 siswa. Jadi memang tidak perlu sistem online,” tambahnya.

Berdasarkan data Disdikbud, terdapat tujuh sekolah yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

SDN 011 Bontang Utara di Pulau Gusung memiliki satu rombongan belajar dengan kapasitas 28 siswa. Sementara SDN 007 Bontang Selatan menyiapkan dua rombongan belajar dengan total daya tampung 60 siswa.

Kemudian, SDN 004 Bontang Selatan membuka dua rombongan belajar dengan kapasitas 64 siswa. SDN 014 dan SDN 015 Bontang Selatan masing-masing menyediakan satu rombongan belajar dengan daya tampung 28 siswa.

Adapun SDN 016 Bontang Selatan di Tihi-Tihi juga membuka satu rombongan belajar dengan kapasitas 28 siswa.

Di tingkat SMP, SMPN 6 Bontang menjadi salah satu sekolah dengan daya tampung terbesar, yakni 108 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar.

Saparuddin menegaskan seluruh data daya tampung tersebut telah disusun berdasarkan petunjuk teknis SPMB 2026, dengan penyesuaian terhadap kondisi riil di lapangan.

“Prinsipnya menyesuaikan juknis. Daya tampung sudah dihitung berdasarkan kebutuhan dan kondisi riil,” katanya.

Melalui skema ini, Disdikbud berharap proses penerimaan murid baru berjalan lebih efektif dan efisien, sekaligus menjamin pemerataan akses pendidikan, termasuk di wilayah pesisir dan terpencil.

Masyarakat diimbau memahami mekanisme pendaftaran yang berlaku di masing-masing wilayah, baik daring maupun luring.

“Yang penting orang tua dan calon siswa memahami jalurnya. Kami pastikan semua tetap terlayani,” pungkasnya. (ak)

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |