Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

10 hours ago 9

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang angkat bicara terkait keluhan warga soal aktivitas parkir di sekitar salah satu kafe di Jalan WR Soepratman, Kelurahan Tanjung Laut.

Kepala Dishub Bontang M Taupan Kurnia, membenarkan adanya keluhan tersebut. Aktivitas parkir dinilai mengganggu karena menutup akses rumah dan usaha warga, bahkan hingga menggunakan trotoar.

“Iya, banyak keluhan dari warga sekitar. Parkiran pengunjung sampai menutup akses rumah dan usaha warga, bahkan digunakan hingga ke trotoar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penertiban secara persuasif dengan melibatkan RT setempat, Kelurahan Tanjung Laut, hingga Babinsa.

Taupan juga mengakui, aktivitas parkir di lokasi tersebut saat ini belum resmi karena belum memiliki karcis dari Dishub. Namun, pihaknya tengah memproses penataan agar parkir dapat dilegalkan dan masuk sebagai retribusi daerah.

“Kami sedang proses penataan agar bisa legal dan masuk PAD,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini juga dilakukan karena keterbatasan personel Dishub di lapangan. Dengan melibatkan RT dan pihak terkait, diharapkan pengelolaan parkir bisa lebih tertib.

Ke depan, Dishub akan membuat markah parkir agar kendaraan tidak lagi parkir sembarangan dan menutup akses warga.

“Kami akan buat markah parkir supaya lebih tertata dan tidak mengganggu akses usaha maupun rumah warga,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, Dishub akan melakukan pengawasan intensif selama sepekan guna memastikan parkir di lokasi tersebut tidak lagi menimbulkan gangguan.

Selain itu, sistem penarikan retribusi resmi juga akan diterapkan lengkap dengan karcis parkir, mengingat selama ini sudah ada pungutan terhadap pengguna parkir.

Untuk jangka panjang, Dishub akan berkoordinasi dengan DPMPTSP dan DKUMPP guna mendorong pelaku usaha menyediakan lahan parkir yang layak, baik secara mandiri maupun dengan menyewa lahan tambahan.

“Ke depan, kami dorong pengusaha agar menyediakan parkir sendiri supaya tidak membebani jalan umum dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Sebelumnya, aktivitas parkir kendaraan di lokasi tersebut menuai keluhan warga. Dari pantauan di lapangan, kendaraan roda dua terparkir berderet hingga memakan setengah badan jalan, bahkan hingga trotoar dan depan rumah warga.

Salah satu warga, Sayyung (60), mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.

“Kadang motor parkir sampai ke depan rumah. Sudah ada pembatas kayu, tapi tetap saja ada yang parkir sembarangan,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Read Entire Article
Batam Now| Bontang Now | | |