BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang) mulai mempersiapkan pengadaan senapan bius untuk mendukung penanganan buaya liar di wilayah pesisir dan permukiman warga.
Saat ini, Disdamkartan Bontang tengah menyusun Standar Satuan Harga (SSH) sebagai dasar pengadaan alat tersebut agar dapat dimasukkan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.
Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan usulan pengadaan senapan bius telah dimasukkan dalam rencana anggaran dinas dan tinggal menunggu proses pembahasan lebih lanjut.
“Sudah kita masukkan di dalam rencana anggaran kita,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, Disdamkartan tetap mengusulkan pengadaan sekitar lima pucuk senapan bius. Selain itu, sejumlah personel juga telah mengikuti pelatihan penanganan satwa melalui program Basarnas.
Amiluddin menjelaskan, pengadaan senapan bius dinilai penting agar proses evakuasi buaya dapat dilakukan lebih aman dan cepat.
Selama ini, petugas masih menggunakan peralatan terbatas saat melakukan penanganan di lapangan, terutama ketika evakuasi dilakukan di kawasan perairan maupun dekat permukiman warga.
Ia menilai kondisi tersebut cukup berisiko bagi personel yang bertugas.
Selain menyusun SSH, Disdamkartan juga berharap usulan pengadaan tersebut mendapat dukungan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bontang saat pembahasan APBD Perubahan berlangsung.
“Mudah-mudahan nanti dapat support dari TAPD maupun Banggar. Untuk SSH-nya nanti kita lihat lagi, tapi insyaallah tetap akan kita usulkan,” katanya.
Sebelumnya, Disdamkartan Bontang memang telah mengusulkan pengadaan senapan bius sebagai solusi penanganan buaya yang kerap muncul di kawasan pesisir Kota Bontang. (*)

















































